Penyebab Anemia Dan Bahaya Penyakitnya
Anemia ~ Anemia
terjadi karena defisiensi beberapa jenis zat seperti vitamin B12, asam folat,
dan zat besi. Umumnya, anemia yang terjadi
pada lansia akibat penurunan kapasitas sumsum tulang belakang, penggunan
obat, kehilangan darah, hemoliss kronis, dan defisiensi zat gizi yang terjadi
sebelum menderita anemia.
Anemia yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin B12, jarang
terjadi pada mereka yang mempunyai pola makan seimbang. Selain produksi oleh
tubuh, vitamin B12 dengan mudah dapat diperoleh dari makanan, terutama makanan
hewani. Kebutuhan minimal B12 untuk orang dewasa per hari sebesar 0,6-1,2 mcg.
Jumlah tersebut dapat dipenuhi dengan mudah dari 1 butir telur (1 mcg), 1 gelas
susu (1 mcg), atau tempe (lebih dari 3 mcg). Sumber vitamin B12 lainnya dapat
diperoleh dari hasil metabolisme pertumbuhan bakteri di dalam mulut (sekitar
gigi dan gusi), dihulu tenggorokan dan hidung, sekitar amandel, lipatan di
dasar lidah, dan diatas cabang pembuluh tenggorokan. Pada kondisi ini dapat
diperoleh vitamin B12 sebanyak 0,5 mcg/hari.
Penyebab Anemia Dan Bahaya Penyakitnya
Anemia
yang disebabkan oleh kurangnya asupan asam folat biasanya terjadi pada lansia akibat terganggunya proses
penyerapan usus (penyakit seliak) dan buruknya kualitas asupan makanan.
Kekurangan asam folat pun dapat terjadi pada pasien kanker dan orang-orang yang
biasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak. Asam folat dan vitamin B12
diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang, yang
berfungsi mengangkut haemoglobin. Sumber asam folat banyak terkandung dalam
sayuran (daun-daunan), padi-padian, dan kacang-kacangan.
Anemia
yang disebabkan oleh kurangnya zat besi pada lansia harus diselidiki
secara seksama untuk menemukan penyebab yang tersembunyi, mengingat lansia
sudah tidak menjalani menstruasi. Kemungkinan terjadinya anemia akibat
kurangnya zat besi dapat diakibatkan oleh kanker usus besar yang belum
terdeteksi. Selain itu, dapat diakibatkan pula oleh pendarahan
karena wasir, yang kadang-kadang cukup parah atau kondisi serius lainnya yang
mengakibatkan kehilangan darah.
Kadang-kadang, pendarahan sistem usus dan
lambung dapat diketahui dari kotoran yang hitam, lengket atau mengandung darah
merah. Akan tetapi, penyakit ini pun bisa tersembunyi dan tidak menunjukkan
gejala apapun, terutama jika darah yang hilang berlangsung lambat.
Perawatan
anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, tidak bisa ditangani hanya
dengan pemberian suplemen zat besi. Yang paling penting adalah menemukan
penyebabnya, terutama akibat pendarahan khusus (radang usus besar, penyakit
infeksi, kanker, radang amandel, pendarahan pada hidung dan wasir berdarah).
Pada
kasus anemia cukup parah, seperti anemia yang berkaitan dengan pendarahan
yang terjadi secara terus menerus atau tanda tanda gagal jantung, perawatannya
dapat dilakukan dengan transfusi darah.
Lantas
makanan apakah yang dianjurkan bagi penderita anemia?
- Sumber vitamin B12, jeroan (hati, ginjal, otak jantung), susu, kuning telur mentah, ikan segar, susu, dan tempe.
- Sumber zat besi, sumber pangan hewani (hati, ginjal, ikan, teri, udang segar, dan belut), susu, telur, kacang-kacangan (tempe, oncom kelede), bayam merah, bayam hijau, taoge, kankung, roti, dan serealia yang telah diperkaya zat besi.
- Sumber vitamin C, yang berfungsi meningkatkan penyerapn Fe, contohnya berbagai jenis buah-buahan.
- Sumber folat, seperti sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan.
Lantas
makanan apakah yang perlu dikurangi?
- Makanan penghambat penyerapan Fe, seperti katul.
- Suplemen seng dan kalsium, antasid, kopi, serta teh yang dapat mengurangi penyerapan Fe.
Demikian
artikel diatas semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.
Anda Menderita Anemia...?

